Tampilkan postingan dengan label Loading Ramp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Loading Ramp. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Maret 2014

Penerimaan TBS di Loading Ramp

Stasiun Loading Ramp adalah tempat untuk pembongkaran TBS yang dikirim dari kebun, tempat sortasi hasil panen, dan tempat penampungan sementara sebelum didistribusikan ke dalam lori-lori TBS. TBS di Loading Ramp tidak boleh ditahan /disimpan terlalu lama karena TBS yang sudah luka atau terlalu masak dari kebun akan mengalami proses kenaikan ALB. Untuk itu perlu diterapkan prinsip FIFO (First In First Out) dalam pendistribusiannya ke lori-lori.
Gambar 1. Pembongkaran TBS ke Loading Ramp

Prinsip FIFO merupakan suatu sistem yang mempunyai maksud segala susuatu yang diterima terlebih dahulu harus dikeluarkan paling awal. Penerapan sistem FIFO di pabrik masih belum dapat terlaksana secara maksimal dikarenakan :
1.      Pengiriman TBS ke pabrik belum dapat distandarkan untuk setiap harinya, sehingga sulit untuk memperkirakan proses produksi yang kontinyu.
2.      Pada saat kiriman TBS melimpah (panen puncak), menyebabkan TBS menumpuk di lantai Loading Ramp dikarenakan kapasitas produksi pabrik tidak sesuai dengan TBS yang masuk.
3.      Kurangnya perhatian dari pihak kebun dalam menerapkan prinsip FIFO sehingga pihak pabrik tidak dapat mengetahui mana buah yang baru di panen dan buah yang telah menginap di kebun. Dalam hal ini pabrik hanya berpatokan mobil yang pertama masuk dianggap sebagai TBS yang baru dipanen.
Fungsi Loading Ramp yaitu :
·         Tempat penampungan sementara TBS dari kebun sendiri atau Pihak ke 3
·         Memudahkan masuknya TBS ke dalam lori
·         Mengurangi kadar kotoran yang terbawa TBS dari kebun
Konstruksi Loading Ramp umumnya sebagai berikut :
1.      Untuk pabrik kapasitas olah 30 ton/jam memiliki kapasitas Loading Ramp 240 ton, sedangkan pabrik kapasitas olah 60 ton/jam memiliki kapasitas Loading Ramp 480 ton (2 unit)
2.      Dimensi dari Loading Ramp (20 pintu) :
·  Panjang                    : 36,0 m
·  Lebar                        :   7,5 m
·  Tinggi dinding       :   2,0 m
·  Panjang pintu         : 1,80 m
·  Lebar pintu             : 1,25 m
·  Jarak sekat               : 2 – 2,5 cm
·  Sudut kemiringan  : 25 - 27°
3.      Sistem buka tutup pintu ada dua macam sistem yaitu dengan penggerak elektromotor dan hidraulik.
Gambar 2. TBS di Loading Ramp saat panen puncak



Kamis, 27 Februari 2014

Sortasi Panen TBS

Sortasi  panen yang dilakukan di Loading Ramp dilakukan oleh petugas laboratorium atau quality control (QC) untuk mengetahui banyaknya TBS yang diterima, berat TBS, dan kualitas TBS yang akan diolah. Kualitas TBS yang akan diolah sesuai dengan kriteria yang ditentukan dan dapat dinilai dengan nilai sortasi panen.
Gambar 1. TBS yang dikumpulkan di TPH

Gambar 2. TBS dibongkar di Loading Ramp

Buah yang masuk ke pabrik memiliki beberapa kriteria, diantaranya :
Fraksi
Jumlah Brondolan
Nilai
00
Tidak ada
-5
0
1 s.d 2 butir/kg tandan
-1
1
> 2 butir/kg tandan s.d 25 % buah lapisan luar
1
2
25 – 50 % buah lapisan luar
2
3
50 – 75 % buah lapisan luar
3
4
75 – 100 % buah lapisan luar
1/3
5
100 % buah lapisan luar dan dalam ikut rontok
-1/3

Kriteria TBS yang tidak diterima di pabrik :

  1. Fraksi 00
  2. Berat TBS < 7 kg
  3. Tankos
  4.  Buah busuk
  5. Buah dura
Hubungan antara Fraksi, ALB, dan Rendemen Minyak :
Fraksi
ALB (%)
Rendemen Minyak (%)
00
-
13
0
1,57
19
1
1,87
23,4
2
2,30
25,1
3
2,71
25,2
4
3,29
25,2
5
4,41
23,9



Rabu, 26 Februari 2014

(Sekilas) Pengolahan Kelapa Sawit (PKS)



Berikut disampikan sekilas tentang Pengolahan Kelapa Sawit...

Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PPKS) adalah pabrik yang mengolah tandan buah sawit (TBS) menjadi minyak sawit/Crude Palm Oil (CPO). Bahan baku pabrik kelapa sawit (TBS) dapat berasal dari kebun milik sendiri (inti), kebun kemitraan (Plasma), dan kebun petani perseorangan. Hasil atau produk pengolahan pabrik kelapa sawit yaitu Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (inti sawit). Inti sawit dapat dikirim ke Pabrik Pengolahan  Inti Sawit (PPIS) untuk mendapatkan Palm Kernel Oil (PKO).

TBS yang datang menggunakan truk setelah sampai pabrik ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui berat TBS yang dibawa untuk diolah. Setelah ditimbang dilakukan sortasi dan pembongkaran di Loading Ramp untuk mengetahui Nilai Sortasi Panen (NSP). NSP ini sangat diperlukan untuk mengetahui mutu panen dan taksasi rendemen yang akan didapat.

Dari Loading Ramp, TBS diturunkan ke dalam lori-lori yang telah disediakan, satu unit Lori dapat menampung TBS sebanyak 2,5 Ton. Lori-lori tersebut dipindahkan menggunakan Capstand ke dalam Sterilizer/Rebusan. Setelah selesai direbus dengan waktu ± 90 - 105 menit lori-lori TBS dikeluarkan dari Sterilizer menggunakan Capstand dan selanjutnya dibawa menuju Hoisting Crane.

Gambar 1. Lori yang telah diisi TBS
Gambar 2. Sterilizer/Rebusan

Lori diangkat menggunakan Hoisting Crane dan TBS yang ada didalam Lori ditumpahkan ke dalam Hopper, TBS matang tersebut perlahan-lahan dimasukkan ke dalam Thresher untuk dipisahkan antara buah dan tandan dengan cara dibanting secara berulang-ulang. Buah yang terlepas atau disebut juga brondolan diangkut melalui conveyor-conveyor menuju Fruit Elevator dan didistribusikan ke dalam Digester (mesin pencacah) untuk dilumatkan dan mempermudah didalam proses pengempaan (pengepresan). Sedangkan Tandan Kosong (Tankos) dibawa Empty Bunch Conveyor menuju tempat penampungan atau langsung diangkut kedalam truk untuk dijadikan pupuk.

Dalam proses pelumatan memerlukan waktu ± 15 - 20 menit dan setelah itu brondolan yang telah dilumat di pres menggunakan Double Screw Press untuk mendapatkan minyaknya. Hasil dari pengempaan/pengepresan adalah minyak dan cakes, minyak hasil pengepresan diencerkan dan kemudian disaring oleh vibrating screen, hasil penyaringan ditampung dalam Crude Oil Tank (COT) dan selanjutnya dipompakan ke Continous Settling Tank (CST) untuk dipisahkan antara minyak dan NOS (Non Oil Solid). Minyak dimasukkan ke Oil Tank melalui skimmer, dari Oil Tank minyak diproses kembali ke Oil Purifier untuk dipisahkan antara air dan kotoran. Dari Oil Purifier dihasilkanlah Crude Palm Oil (CPO) dan disimpan di tanki timbun CPO. NOS dimasukkan kedalam Sludge Tank dan diproses kembali ke Low Speed Centrifuge (LSC), dari LSC dihasilkan minyak dan dipompakan kembali kedalam CST.


Cake yang keluar dari mesin press di uraikan dengan Cake Braker Conveyor (CBC) sekaligus menghantarkan ke Depericarper untuk memisahkan antara fibre dan nut, fibre menjadi bahan bakar boiler sedangkan nut dipoles dalam Polishing Drum dan kemudian dipecahkan menggunakan Ripple Mill, dari Ripple Mill dihasilkan shell/cangkang dan kernel/inti, kernel/inti diolah kembali dalam kernel silo untuk mengurangi kadar air. Kernel dikirim ke PPIS untuk menghasilkan PKO.
Gambar 3. Tanki Timbun CPO/PKO